PENYERAHAN KLAIM ASURANSI USAHA TANI PADI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2020
PENYERAHAN KLAIM ASURANSI USAHA TANI PADI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2020
Bertempat
di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen telah dilakukan acara
serah terima pembayaran klaim asuransi usaha tani padi (AUTP) oleh PT.Jasindo Cabang Purwokerto tahun 2020
kepada 41 kelompok tani di Kabupaten Kebumen senilai Rp. 351.474.000.
Program
asuransi usaha tani padi merupakan salah satu program unggulan dari kementrian
pertanian yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen
dan PT Jasindo sebagai pelaksana dengan tujuan melindungi kelangsungan usaha tani
padi para petani di Kabupaten Kebumen. Selama tahun 2020 tercatat lebih dari
6000 hektar lahan padi sudah didaftarkan asuransi usaha tani padi. Premi yang
dibayarkan cukup terjangkau yakni Rp. 36.000/Ha per musim tanam dengan jaminan
ganti rugi hingga Rp. 6.000.000 per hektar jika sawah mengalami gagal panen
akibat banjir, kekeringan, dan serangan hama penyakit.
Kepala
Cabang Jasindo Purwokerto Tony Hendrawan menyatakan siap mendukung program
pemerintah melalui pelaksanaan asuransi usaha tani padi di Kabupaten Kebumen .
Ia menambahkan bahwa usaha tani padi ini sangat penting untuk mendukung
kelangsungan usaha petani agar petani lebih percaya diri dalam menghadapi
tantangan ketidakpastian usaha di masa depan.
Kepala
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Ir. H. Tri Haryono mendorong pada
seluruh jajarannya agar gencar mempromosikan Program AUTP karena sudah menjadi
kewajiban pemerintah untuk melindungi para petani dari resiko gagal panen yang
mungkin dialami melalui program asuransi padi ini.
Di Kabupaten
Kebumen program AUTP sudah berjalan sejak tahun 2016 hingga saat ini. Data
tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan di banding tahun-tahun
sebelumnya. Untuk tahun 2019 tercatat hanya 1426 Ha dengan jumlah klaim 138.3
Ha (Rp 829.000.000) akibat kekringan. Pada tahun 2020 terjadi peningkatan
jumlah kepesertaan menjadi 6200 Ha.
Harapan kedepan agar petani lebih peduli dengan
sawah mereka dengan cara mengasuransikan semua lahan sawah agar jika terjadi
kegagalan panen tidak mengalami kerugian yang lebih besar dan para petani dapat
tetap bertahan dan memulai usahanya kembali.
