Investigasi dan Penanganan Kasus PMK di Kabupaten Kebumen
Investigasi dan Penanganan Kasus PMK di Kabupaten Kebumen
Hari Sabtu tanggal 22 Mei 2022 terdapat laporan dari peternak di Desa Ambalresmi Kecamatan Ambal. Peternak melaporkan bahwa dua sapi miliknya menunjukkan gelaja lepuh pada rongga mulut dan luka pada teracak. Kedua sapi ini jenis Simental dan baru dibeli pada hari Kamis tanggal 19 Mei 2022 dari Muntilan Kabupaten Magelang. Di kandang peternak tersebut sudah ada 4 ekor sapi dan 2 ekor kambing sehingga populasi yang berisiko di kandang tersebut 5 ekor sapi dan 2 ekor kambing.
Petugas kesehatan hewan wilayah Kecamatan Ambal yakni Dokter Hewan Puskeswan Mirit segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen dan melakukan pengecekan kondisi sapi di lokasi kasus. Hari Senin Tanggal 23 Mei 2022 Tim BBVet Wates terjun langsung ke lokasi untuk tindakan investigasi dan pengambilan sampel sapi diduga terinfeksi PMK. Hari Selasa, 24 Mei 2022 terdapat satu sapi mati akibat aspirasi pneumonia, sapi tersebut juga diambil sampel patologis berupa kerokan lidah untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa ketiga sapi tersebut positif tertular PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).
Kedua sapi bergejala PMK dilakukan isolasi untuk menghindari penularan ke ternak yang lain dan dilakukan pengobatan secara intens baik pemberian obat suportif, antibiotik dan antisimtomatik oleh tim kontak. Setelah pemberian pengobatan menunjukan respon yang baik sapi semakin sehat. Desinfeksi kandang dimana kasus terjadi telah dilakukan bersama dengan PMI. Selanjutnya untuk daerah di sekitar lokasi berjarak 1 km dilakukan desinfeksi mandiri oleh masing-masing peternak. Desinfeksi menjadi penting karena daerah dalam range 1 km di seitar lokasi kasus merupakan daerah terancam.
Tim non kontak melakukan koordinasi lintas sektoral dengan pihak terkait yaitu Camat Ambal, Polsek Ambal dan Danramil Ambal untuk menindaklanjuti kejadian kasus PMK pertama di Kebumen ini. Tim non kontak mengundang masyarakat sekitar lokasi kasus untuk memberikan KIE (Komunikasi, informasi dan edukasi) kepada masyarakat di range 1 km atau 2 RT di sekitar lokasi. Selain itu masyarakat juga dibekali desinfektan untuk melakukan desinfeksi secara mandiri.
Program dari Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen untuk mencegah penyebaran penyakit PMK akan dilaksanakan pemantauan ternak dalam wilayah range 1 Km dari lokasi kasus PMK, lalu akan dilaksanakan vaksinasi terhadap ternak yg beresiko PMK dalam range 10 km dari lokasi kasus PMK.
