Diskusi dan Berbagi Pengalaman Dari Fakultas Peternakan UNSOED; Bidang PKH tingkatkan pelaksanaan vaksinasi PMK
Diskusi dan Berbagi Pengalaman Dari Fakultas Peternakan UNSOED; Bidang PKH tingkatkan pelaksanaan vaksinasi PMK
Seiring pergantian tahun 2022 ke 2023, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Kebumen ini masih meningkat, walaupun tidak secara signifikan. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini yang sudah kita ketahuin di Tahun 2021 sampai dengan 2022 ini peningkatan angka terjangkitnya sangat tinggi, sehingga perlu evaluasi dan juga penanggulangan yang lebih tinggi dan efektif. Dengan melakukan langkah percepatan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada akhir Februari (Selasa, 28 Februari 2023) melaksanakan Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk Petugas Kesehatan Hewan di Kabupaten Kebumen.
Kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk Petugas Kesehatan Hewan di Kabupaten Kebumen dilaksanakan di Pantai Cemara Sewu, Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan dengan menghadirkan narasumber dari Fakultas Peternakan Universitas Jendral Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Bapak Sugiarto, S.Pt. MM.Phd. Acara dibuka oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Ibu Retno Handarwati, S.Pt. M.M. serta dimoderatori oleh drh. Marti Ike selaku Subkoordinator Kesehatan Hewan. Kegiatan Sosialisasi ini memiliki maksud dan tujuan untuk menjadi sarana berdiskusi dan berbagi mengenai kendala pelaksanaan selama tahun 2022 dan upaya peningkatan pelakasaan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Kebumen.
Dengan menarik kesimpulan dari materi dan diskusi yang disampaikan narasumber UNSOED adalah yang menjadi kunci keberhasilan kegiatan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di masyarakat adalah komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat peternak. Kemudian kesiapsiagaaan petugas dalam menangani kemungkinan kondisi ternak dan isu-isu yang terjadi di masyarakat pasca vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selain itu perlunya pendekatan ke masyarakat agar mengetahui situasi kondisi masyarakat, membentuk forum komunikasi, komunikasi resiko, pendampingan terus menerus kepada masyarakat, menyebar informasi positif yang berulang-ulang serta pemetaan masalah kelompok.(Nunur/PKH)
