Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Panen, Basmi Organisme Pengganggu Tanaman
Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Panen, Basmi Organisme Pengganggu Tanaman
Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yakni semua organisme yang dapat merusak, menganggu kehidupan atau menyebabkan kematian pada tanaman, termasuk di dalamnya adalah hama, penyakit, gulma, dan virus. Tentu hal ini dapat membuat cemas dan merugikan petani di Kabupaten Kebumen. Pasalnya, petani kerap mengeluhkan dan menyarankan agar pemerintah juga peduli terhadap keberhasilan panen dengan kualitas dan kkuantitas yang baik dengan melakukan pencegahan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Melihat kondisi ini, Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Perkebunan mengadakan Rapat Koordinasi Pengendalian OPT Tahun 2023 pada tanggal 15 Maret 2023 Di Aula Genjah Entok Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen. Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang TPHP Bapak Ir. Sus Agus Sutirto, Sub Koordinator Perbenihan dan Perlindungan Tanaman dan diikuti oleh Penyuluh BPP se-Kabupaten Kebumen, Koordinator Petugas OPT dan Petugas OPT.
Dari rapat tersebut, didapatkan hasil diskusi yakni :
- Serangan OPT padi terbanyak tahun 2022 adalah Hawar Bakteri sebanyak 196,93 ha. Untuk pengendalian Hawar Bakteri menggunakan Primadeco, Nordox yang tersedia di gudang pestisida yang ada di 6 BPP antara lain: BPP Kutowinangun, BPP Prembun, BPP Buayan, BPP Karanganyar, BPP Sruweng dan BPP Kebumen,
- Untuk penggunaan pestisida kimia yang sudah kadaluarsa dapat digunakan kembali dengan dosis yang ditambah,
- Gerdal Tanaman Pangan (Padi) yang sudah terlaksana antara lain di Desa Widoro Kecamatan Karangsambung, Desa Kembaran Kecamatan Kebumen dan Desa Peniron Kecamatan Pejagoan. Diharapkan yang belum melaksanakan Gerdal Tanaman Pangan agar segera mengajukan,
- Untuk Gerdal Hortikultura dan Perkebunan akan dilaksanakan pada bulan Agustus, September, Oktober, yang rencananya komoditas tebu, pepaya, kopi, cabai, pisang, kelengkeng, jambu kristal, belimbing, dan kelapa,
- Untuk pengajuan permintaan pestisida di BPP (BPP Kutowinangun, BPP Prembun, BPP Buayan, BPP Karanganyar, BPP Sruweng dan BPP Kebumen) dengan membawa surat dari kelompok tani dan surat rekomendasi dari POPT untuk mengetahui pestisida apa yang akan digunakan dan dosisnya,
- Pengendalian Preventif dapat menggunakan Metarizep (wereng batang cokelat (WBC), walang sangit, kutu daun dan thrips.), Primadeco WP (Kresek, Blas, Layu Bakteri, Layu Cendawan dan embun Tepung), BT Plus (biokontrol ulat penggerek batang padi, ulat grayak, ulat daun, thrips dan nematoda) Biotracol (busuk buah, layu bakteri, layu cendawan, akar gada, kresek dan blas padi)
Maka dengan hasil koordinasi ini diharapkan petani mampu menghasilkan komoditas yang dipanen lebih berkualitas dan memiliki peningkatan produktifitas panennya.(Melin/TPHP)
