Kabupaten Kebumen Meraih Penghargaan dari Kementan dalam Program Upsus Pajale
Kabupaten Kebumen Meraih Penghargaan dari Kementan dalam Program Upsus Pajale
Trubus.id -- Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi yang juga menjabat sebagai Penaggung Jawab Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) di Tingkat Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada Kabupaten Kebumen atas prestasi yang diraih dalam pencapaian luas tambah tanam padi.
Kebumen mendapat peringkat kedua se-Jawa Tengah. Penghargaan tersebut diberikan saat Rapat Koordinasi Upsus Pajale Kebumen dan diterima langsung oleh Kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen.
Lebih lanjut ia menjelaskan, penghargaan yang diraih Kabupaten Kebumen ini merupakan prestasi setahun atas capaian Luas Tanam Padi Periode Oktober 2017-September 2018 seluas 81.046 hektar. Artinya surplus seluas 2.901 hektar dibandingkan dengan periode yang sama Oktober 2016-September 2017 seluas 78.145 hektar.
“Penghargaan ini juga diberikan kepada 3 Kecamatan yang mampu mencapai Indeks Pertanaman Padi 300 persen yaitu Kecamatan Ayah, Kecamatan Buayan dan Kecamatan Puring,” demikian disampaikan Suwandi melalui siaran pers Kementerian Pertanian yang diterima Trubus.id, di Jakarta, Rabu (31/10).
Baca Lainnya: Berdayakan Pertanian di Lahan Kering, Kementan Kembangkan Padi Jenis Ini
Suwandi berharap prestasi capaian ini dapat ditularkan kepada Kecamatan lain sehingga dari capaian luas tambah tanam nanti berdampak pada peningkatan produksi padi,” sambungnya.
Menurutnya strategi yang harus dilakukan adalah, pertama, melakukan tabela (tanam benih langsung) padi gogo pada saat musim gadu dan disaat air terbatas. Ini sudah diuji coba di Kecamatan Ayah. Kedua, sistem methuk (semai culik) dengan melakukan persemaian di lokasi lain sehingga saat lahan sudah diolah langsung siap tanam maka benih sudah siap umurnya untuk transplanting pada musim hujan maupun saat air mencukupi.
“Ketiga kembangkan pola tumpangsari sehingga sebelum panen palawija pun sudah bisa ditanam tanaman lainnya, misal cabai, kedelai, jagung dan lainnya silih berganti tiada henti, serta keempat pemanfaatan pematang sawah untuk ditanam jagung, kacang, kedelai, refugia dan lainnya,” sambungnya.
Dikatakan Suwandi, tiada hari tanpa olah tanah, tanam dan panen. Semua dilakukan secara terus menerus dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam.
“Pola ini diyakini mampu meningkatkan produksi sekaligus berbagai komoditas dan pendapatan petani,” ucapnya.
Selanjutnya Suwandi mengatakan, produktivitas ditingkatkan dengan cara menggunakan benih unggul bersertifikat mengingat benih sebagai penciri produksi. Kemudian, menggunakan pupuk organik, pupuk hayati ramah lingkungan sehingga diperoleh kesuburan lahan.
“Ciri-ciri lahan menjadi subur diantaranya kandungan C-organik meningkat, tumbuh berkembang belut, cacing dan mikro-organisme lainnya,” ujarnya.
Editor : Karmin Winarta - Trubus
