Program Unggulan Kewilayahan (PUK) Agro Silvo Pastura di Desa Watulawang Kecamatan Pejagonan
Program Unggulan Kewilayahan (PUK) Agro Silvo Pastura di Desa Watulawang Kecamatan Pejagonan
Desa Watulawang merupakan desa di Kecamatan Pejagoan dengan topografi tanah yang berundak (perbukitan) memiliki sumber daya alam penghasil komoditas pertanian, peternakan, perkebunan dan kehutanan. Potensi tersebut belum memberikan hasil yang maksimal, apabila dikelola dengan tepat akan menjadi sebuah keunggulan komparatif berdaya saing tinggi yang berdampak positif bagi perekonomian Desa Watulawang dan sekitarnya. Keberhasilan itu akan dicapai dengan menerapkan prinsip keterpaduan, partisipatif, dan berwawasan lingkungan.
Konsep integrasi atau keterpaduan subsektor perkebunan dan peternakan masyarakat menjadi konsep yang tepat untuk dipilih untuk mempresentasikan prinsip keterpaduan, partisipasi, dan wawasan lingkungan dalam mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya masyarakat Desa Watulawang. Konsep integrasi yang akan dilaksanakan pada program ini adalah budidaya ternak domba dan budidaya tanaman kopi, dimana pemberian pakan pada ternak domba menggunakan teknik fermentasi.
Bentuk keterpaduan antara budidaya ternak domba dan budidaya tanaman kopi berupa pemanfaatan pupuk yang dihasilkan dari kotoran domba yang digunakan untuk memupuk tanaman kopi, sehingga tanaman kopi akan mendapatkan pupuk organik yang menyuburkan, sementara itu ternak domba akan mendapatkan rumput dan hijauan pakan ternak (HPT) lainnya di sekitar tanaman kopi, bahkan bagian dari tanaman kopi dan kulit kopi diharapkan dapat dimanfaatkan juga untuk pakan domba.
Tujuan dari kegiatan Program unggulan kewilayahan (PUK) Agro Silvo Pastura Watulawang diharapkan dapat mengoptimalkan potensi dan produktivitas dua komoditas tersebut (ternak domba dan tanaman kopi); Memfasilitasi keinginan dan peran serta masyarakat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya dari subsektor peternakan dan subsektor perkebunan melalui integrasi komoditas ternak domba dan tanaman kopi
Sasaran kegiatan ini adalah anggota Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Tani Harapan serta masyarakat desa watulawang umumnya dengan memanfaatkan lahan lahan yang belum dioptimalkan seperti lahan tidur dan lahan hutan rakyat dengan cara tumpang sari tanaman kopi dengan tanaman produktif lainnya disamping budidaya ternak domba
Lokasi kegiatan ini adalah di Gapoktan Tani Harapan Desa Watulawang Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen
kegiatan program ini meliputi : Sosialisasi/Pelatihan / Bimtek/ Pembinaan tentang kelembagaan kelompok, budidaya ternak domba, budidaya tanaman kopi, pengolahan limbah ternak domba, pengolahan kopi dan lain – lain; Bantuan hibah yang diserahkan kepada masyarakat/Gapoktan Tani Harapan ; Bantuan sarana pengolahan pakan domba; Bantuan bahan praktek pengolahan pakan domba; Bantuan ternak Domba Ekor Gemuk (DEG) jantan 14 ekor dan betina 84 ekor; Bantuan bahan material pembuatan kandang domba (7 unit kandang kawasan); Bantuan tanaman kopi; Bantuan sarana budidaya tanaman kopi dan pengolahannya; Kendaraan roda tiga; Sepatu boot; Monitoring dan evaluasi program
Diharapkan Kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. dan Kegiatan ini tidak berhenti sesaat tetapi lestari dan berkelanjutan. Budidaya ternak domba dengan menggunakan konsep pemberian pakan secara fermentasi yang diintegrasikan dengan pemeliharaan tanaman kopi diharapkan berkembang sehinggga diharapkan akan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Watulawang pada umumnya. serta Akan terbukanya peluang usaha baru bagi masyarakat seperti usaha kuliner berbahan dasar dari ternak domba dan kopi (kopi bubuk, kedai kopi watulawang dan lain – lain)
Dampak yang diharapkan pada kegiatan ini antara lain :
1. Aspek sosial ekonomi : Kegiatan integrasi antara budidaya ternak domba dan tanaman kopi diharapkan akan semakin mempererat hubungan social kemasyarakatan yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Hubungan sosial kemasyaraktan ini sebagai salah satu modal peningkatan produktivitas budidaya kedua komoditi tersebut yang pada akhirnya akan meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan bersama
2. Aspek sosial budaya : Kegiatan integrasi antara budidaya ternak domba dan tanaman kopi melalui program agro silvo patura diharapkan akan menjadi budaya di masyarakat Desa Watulawang. Tidak menutup kemungkinan Desa Watulawang akan menjadi suatu destinasi wisata alam dan wisata edukasi dengan basic budidaya kedua komoditi tersebut.
3. Aspek lingkungan hidup : Hutan rakyat yang mulai berkurang jumlah tanamannya dapat kembali dihijaukan melalui penanaman tanaman kopi. Dengan banyaknya tanaman diharapkan akan menjadi sumber – sumber air yang bermanfaat pada saat musim kemarau pada saat debit air sangat minim. Penggunaan pupuk organik dari kotoran domba dapat mengurangi jumlah jumlah penggunaan pupuk kimia buatan pabrikasi
Pada intinya Program Unggulan Kewilayahan (PUK) Agro Silvo Pastura Watulawang ini adalah murni usulan masyarakat Desa Watulawang yang terkumpul pada wadah Gapoktan Tani Harapan, dimana perencanaan program unggulan kewilayahan sudah melalui seleksi di Badan Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAP3DA) Kabupaten Kebumen
Keberhasilan program ini sangat besar ditentukan oleh komitmen dan partisipasi pengurus dan anggota Gapoktan Tani Harapan serta seluruh masyarakat Desa Watulawang dalam mengelola bantuan/hibah yang akan diberikan, sehingga program ini berkelanjutan dan berkembang dengan baik.
Pendampingan selama pelaksanaan dan pasca pelaksanaan program akan selalu dilaksanakan baik oleh BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) setempat maupun langsung dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen
