Bupati Kebumen Membuka BIMTEK Pengembangan dan Pembinaan KWT
Bupati Kebumen Membuka BIMTEK Pengembangan dan Pembinaan KWT
Kebumen – Bupati Kebumen H. Arif Sugianto, S.H., M.H. membuka pelaksanakan Bimbingan Tehnik Pengembangan dan Pembinaan Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan tema “ Pengembangan Nilai Tambah Hasil Pertanian dan Peluang Bisnis Kelompok Wanita Tani” yang dilaksnakan dari tanggal 6-9 September 2023 yang bertempat di Mexoli Hotel Kebumen.
Hadir juga dalam acara tersebut TP PKK Kab. Kebumen Ibu Iin Windarti Arif Sugianto, Asisten Sekda Perekonomian dan Pembangunan Bapak Drs. Frans Haidar, Kepala Distapang Bapak Teguh Yulino S.T. M.Si., Kabid Penyuluhan Ibu Ir. Ika Rahmawati. Bimtek KWT ini mengundang 2 Narasumber yaitu dari dari Widyaiswara BBPP Ketindan Ibu Dr. Diana Triswaningsing, S.P., M.P dan dari P4S Putri 21 Gunung Kidul Ibu Suti Rahayu. Acara ini di hadiri oleh 20 Kecamatan Pelaksanaan SIMURP dengan masing – masing kecamatan dihadiri sebanyak 30 orang dengan total 600 orang yang dibagi menjadi 2 angkatan dan tiap Angkatan dibagi menjadi 2 kelas.
Bapak H. Arif Sugianto , S.H., M.H. menyampaikan dalam pembukaannya, Kelompok Wanita Tani (KWT) dibentuk sebagai upaya pelibatan kaum perempuan secara langsung dalam usaha-usaha peningkatan hasil pertanian dan berpotensi untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan menuju kesejahteraan rumah tangga.
Selanjutnya dilaksanakan pelatihan mengolah bahan makanan tadisional untuk menambah nilai produk seperti membuat; kripik gedebok pisang, Eggroll bahan sukun, Kue bolu dari tepung bahan makanan ( Pisang, sukun, talas, tempe, labu, ubi, kentang, biji Nangka, gembili, porang), Telur gabus dan mie ayu dari bahan mocaf.
Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai upaya penguatan Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Kebumen agar kelembagaan tersebut bisa meningkatkan nilai tambah produknya, terbuka peluang usaha dan akses pasar, menjalin kerjasama dan sinergi yang baik antar petani dan offtaker serta membuka peluang akses permodalan usaha. Dan dari semua hal tersebut diharapkan terbentuknya; adanya perencanaan usaha kelompok dan standarisasi atau peningkatan nilai tambah produk pertanian.(06/11)
