Pendampingan Identifikasi Kelompok Pengolah Tahu
Pendampingan Identifikasi Kelompok Pengolah Tahu
Dinas Ketahanan Pangan Prov Jateng Bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen melalui Bidang Ketahanan Pangan Subkoordinator Diversifikasi dan Keamanan Pangan Ibu Kristya Retnaningsih, S.P., Camat Klirong Bapak Eko Purwanto, S.STP, M.Si, Bapak Kepala Desa Jatimalang Parjono dan Sekretaris Desa yang juga sebagai salah satu pengrajin tahu mendatangi Kelompok Pengolah Tahu Bapak Suratin di Desa Jatimalang Kecamatan Klirong, Kamis 12 Januari 2023.
Asosiasi Pengolah Tahu di bawah KOPTI (Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia) bernama 'Perkumpulan Pengrajin Tahu Desa Jatimalang' sudah termasuk Badan Usaha yang Sah secara badan hukum, sudah berjalan sekitar 3 Tahun (dari tahun 2020) Pemasaran tahu tersebut dijual matang secara eceran atau kemasan plastik tanpa merek ke pasar tradisional di beberapa wilayah Kabupaten Kebumen dan melalui sosial media.
Setiap KK di Desa Jatimalang Kecamatan Klirong dalam 1 hari mampu memproduksi tahu dengan bahan baku kedelai dari 30 kg, 50 kg hingga 1 kuintal per hari. Dari Bahan baku tersebut dapat menghasilkan tahu kisaran 6 – 30 cetakan sekitar 342 potong tahu kecil atau 156 potong tahu besar.
Dalam 1 bulan, Asosiasi Pengolah Tahu selalu mengadakan pertemuan anggota asosiasi di koperasi, minimal 1 kali pertemuan. Produk yang dihasilkan pengolah tahu di Kecamatan Klirong diantaranya Tahu Putih, Tahu Kuning, Tahu Pong dengan ketahanan masa produk kurang lebih 3 hari dari masa pembuatan tergantung penyimpanan, di suhu ruang hanya bertahan 1 hari tetapi di suhu dingin / kulkas tahan hingga 3 hari.
Asosiasi Pengolah Tahu menyampaikan keluhan yakni harga kedelai yang cukup mahal. Sehingga kurang terjangkau dan kurang ramah untuk produsen pengolah tahu. Mau tidak mau pengolah tahu membeli kedelai import dikarenakan kedelai lokal kurang berkualitas dan membutuhkan alat pengolahan modern agar jadi lebih awet. (Foto : Rumah produksi pengrajin tahu pak Suratin) Nisa/KP.
